Empat Wanita Yang Dijanjikan Syurga

Jika mendengar kisah wanita-wanita yang dijanjikan syurga kepengen baget dech nama kita juga tercantum diantaranya. Subhanallah indahnya. Tapi kalau kita lihat kilas balik perjuangan hidup mereka jauh banget berbeda dengan hidup kita. pantas atau tidaknya kita menjadi penghuni syurga itu tergantung dari perjuangan kita dalam menjalankan segala ujian yang diberikan Allah kepada kita.

 1.   Khadijah binti Khuwailid

Khadijah adalah wanita pertama yang hatinya tersirami keimanan dan dikhususkan Allah untuk memberikan keturunan bagi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam., menjadi wanita pertama yang menjadi Ummahatul Mukminin, serta turut merasakan berbagai kesusahan pada fase awal jihad penyebaran agarna Allah kepada seluruh umat manusia. Awal kenabian dan tugas Muhammad menyampaikan amanat Allah kepada manusia. Hal itu pun merupakan babak baru dalam kehidupan Khadijah yang dengannya dia harus mempercayai dan meyakini ajaran Rasulullah SAW. Di sinilah tampak kebesaran pribadi serta kematangan dan kebijaksanaan pemikiran Khadijah. Khadijah telah mencapai derajat yang tinggi dan sempurna, yang belum pernah dicapai oleh wanita mana pun

khadijah telah banyak mengorbankan diri dan hartanya untuk menegakkan Islam. Dia juga penyabar dan penyayang, dimana ketika rasulullah telah melakukan dakwah secara terang-terangan disaat itu Khadijah tampil mendampingi Rasulullah dengan penuh kasih sayang, cinta, dan kelembutan. Wajahnya senantiasa membiasakan keceriaan, dan bibirnya meluncur kata-kata jujur. Setiap kegundahan yang Rasulullah lontarkan atas perlakuan orang-orang Quraisy selalu didengarkan oleh Khadijah dengan penuh perhatian untuk kemudian dia memotivasi dan rnenguatkan hati Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam. Bersama Rasulullah, Khadijah turut menanggung kesulitan dan kesedihan, sehingga tidak jarang dia harus mengendapkan perasaan agar tidak terekspresikan pada muka dan mengganggu perasaan suaminya. Yang keluar adalab tutur kata yang lemah lembut sebagai penyejuk dan penawar hati.

Bahkan khadijah mampu menyerahkan segala harta yang dimilikinya untuk perjuangan dakwah dalam penyebaran Islam. Sehingga kemuliaan hatinya itulah Allah mengangkat derajatnya ketempat yang mulia.

 2.   Maryam binti Imran

Allah telah mengangkat derajat Maryam melebihi perempuan-perempuan lain pada zamannya seperti dikisahkan dalam Surah Ali Imran ayat 42-43.

“Dan, (ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata, ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas sekalian perempuan di alam. Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk’.”

wanita yang menjaga kehormatnan dirinya dan taat beribadah kepada Rabbnya. Beliau rela mengorbankan masa remajanya untuk bermunajat mendekatkan diri kepada ALLAH, sehingga ALLAH memberinya hadiah istimewa seorang Nabi dari rahimnya tanpa bapa. Maryam Puteri Imran yang memelihara kehormatnannya sehingga ALLAH tiupkan sebahagian dari roh ciptaannya dan dia membenarkan kalimah kalimah tuhannya dan kitab-kitabnya dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.

 3.   Asiyah binti Muzahim

Ia adalah isteri dari seorang penguasa yang zalim bernama Firaun. Akibat dari keimanan Aisyah kepada kerasulan Nabi Musa as, maka dia lebih rela menerima siksaan pedih dari suaminya. Betapa besar pun kecintaan dan kepatuhannya pada suami, ternyata dihatinya masih tersedia tempat tinggi yang dia isi dengan cinta sepenuh pada ALLAH dan rasulnya. Syurga menjadi tujuan akhirnya sehingga kesulitan dan kepedihan yang dia rasakan didunia akibat meninggalkan kemewahan hidup, budaya dan tradisi leluhur yang menyimpang dari syariat ALLAH, di telan begitu sahaja demi kesenangan abadi. Akhirnya Aisyah meninggal dunia dalam keadaan tersenyum meskipun dalam siksaan pengikut Firaun, dan Allah membangun sebuah istana untuknya disyurga.

4.   Fatimah Binti Muhammad (FatimahAz_Zahra)

putri Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, dan ibunya adalah Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwalid. Dia rela hidup dalam kefakiran untuk mengecap manisnya iman bersama ayah dan suaminya tercinta yaitu Ali bin abi tholib. Dia korbankan segala apa yang dimilikinya demi membantu menegakkan Dinnya. Fatima merawat luka Nabi sepulangnya dari Perang Uhud. Fatima juga ikut bersama Nabi ketika merebut Mekkah, begitu juga ia ikut ketika Nabi melaksanakan ibadah Haji Waqad, pada akhir tahun 11 Hijrah. Fatimah adalah wanita yang penyabar, taat beragama, baik perangainya, cepat berasa puas dan selalu bersyukur pada apa yang di miliknya. Fatima telah menjadi simbol segala yang suci dalam diri wanita, dan pada konsepsi manusia yang paling mulia. Nabi sendiri menyatakan bahwa Fatima akan menjadi “Ratu segenap wanita yang berada di Surga.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: